Sunday, July 19, 2020

Teriakan Asa Melalui Rangkaian Huruf



Kumerenung dalam hiruk pikuk kesibukan setiap harinya baik dirumah maupun disekolah, tanpa siswa jangan bilang guru tidak bekerja. Gerah mendengar cuitan tersebut dimana -mana.
Sembari larut dalam renungan. kuambil secarik kertas kemudian huruf demi huruf terangkai menjadi sebuah kata ,hingga kata demi kata mewujudkan kalimat ungkapan rasaku malam ini.
Sudah dua hari aku melewatkan kesempatan untuk menulis. Bukannya aku tidak mau, apalagi malas, namun banyak kegiatan lain yang menyita aktivitasku berkarya karena bagiku menulis tidak bisa disambi seperti layaknya seorang ibu tangga yang multifungsi menyapu sembari memasak,mencuci baju diselingi ber whatsapp ria bersama teman sesama rempongnya.
Menulis bagiku khitmat, asik dengan diri sendiri.kadang tertawa sedih cemberut mengikuti alur kisah sambil bermain kata dalam pikiran untuk kemudian di tuang kembali dalam bentuk tulisan. sungguh nikmat yang tak bisa kau pahami jika kau tidak mengenal asiknya menulis dan terlibat di dalamnya.

Semakin tumbuh ketertarikanku dalam menggali lebih dalam dan mengenal dekat tentang menulis sebenarnya setelah memperoleh paparan oleh narasumber grup belajar menulis yang juga seorang penulis hebat dengan topik "Cakap Menulis; Dari Artikel ke Buku M. Anwar Djaelani yang telah aktif menulis artikel sejak 1996 dan penulis enam buku salahsatunya dengan judul WARNAI DUNI ADENGAN MENULIS.

Zero to hero, dari yang bukan apa- apa hingga menjadi apa - apa, sesuatu yang hebat. Begitupula awal mula menulis, dari yang hanya sebuah curhatan sehari hari lalu dikembangkan menjadi tulisan berarah, artikel. Kemudian dari artikel lambat laun menulis buku.
Saya meyakini diri benar apa yang disampaikan beliau bahwa menulis artikel adalah sebuah ketrampilan , aktif menulis artikel bisa bermuara kepada lahirnya buku demi buku dengan kata lain trampil menulis artikel dapat bermuara untuk juga cakap menulis buku.
Suatu hari aku akan Menulis buku!! wow pikirku girang.

Tidak serta merta segala hal diperoleh dengan instan selalu ada proses dan mengawali proses ini tentu modal lah yang diperlukan.
modal utama itu berupa " Pembiasaan Banyak Membaca" ucap Bapak M. Anwar Djaelani. Sambungnya "Dengan sering membaca seseorang akan, pertama, mendapatkan pengetahuan / wawasan baru. Kedua, terbit ide untuk menulis sesuatu sebagai pengembangan dari apa yang sudah dibacanya. Ketiga, kaya dengan perbendaharaan kata."

Pernyataan indah beliau yang tidak kuasa saya simpan sendiri yakni
Bersemangatlah di saat menulis!
Sungguh, tulisan itu sangat besar pengaruhnya. Lihat ungkapan salah seorang pendiri Pesantren Gontor KH Imam Zarkasy (1910-1985) berikut ini. Bahwa, andai tak punya murid, “Saya akan mengajar dunia dengan pena”.
Artikel adalah sebentuk karya tulis.

Sungguh, menulis tidak sesulit yg kubayangkan selama ini. semakin sering menulis semakin terbiasa mengutarakan ide-ide melalui tulisan maka tema tulisan dengan mudah hadir, nah setelh itu tulislah sederet outline agar tidak ada hambatan nantinya dalam mengembangkan gagasan.
Tanggapku dari penjelasan bapak M.Anwar

Sebenarnya masih banyak lagi ilmu yang beliau paparkan malam itu namun waktu dan kesibuka kiranya memberi sekat untukku memperpanjang tulisan ini.

Menulislah wahai teman disela sela sibuk duniamu
Ayo senanglh menulis walau sebaris.

Semoga bermanfaat!

5 comments:

Jatuh Bersama Hujan

dingin gelap berselimut seiring tetesan air jatuh kala itu sejuknya melelapkan mata yang lelah gemuruh terdengar seketika menutup telinga li...