Sunday, November 22, 2020

Jatuh Bersama Hujan

dingin gelap berselimut
seiring tetesan air jatuh kala itu
sejuknya melelapkan mata yang lelah
gemuruh terdengar seketika menutup telinga

lihatlah, 
seorang anak mendekap erat pada malaikatnya
berharap banyak untuk dijaga
lihatlah, seorang kekasih menadahkan tangan pada kepala permaisurinya 
berharap air tak menyentuhnya barang setetes

kodok bersahut dengan cita
burung berkicau dengan sayap tertutup
menyapa dedaunan nan rindang

sungguh indah karunia Tuhan
berkah senantiasa jatuh bersama hujan

-an.-

Saturday, October 3, 2020

Bab 20 Motivasi Menulis Setiap Hari

 

Bapak Dadang Kadarusman alah seorang guru sekolah dasar, kecintaan beliau dalam membaca berawal saat ayahnya yang selalu membawakan buku-buku bacaan. Dari kesukaannya inilah beliau berkeinginan untuk menjadi penulis, mulai dari bangku SD sudah mulai mennulis dan aktif mengikuti lomba- lomba sejak SMP. Kini,  sebagai sseorang motivator terkenal Indonesia dan Pembicara Nasional belaiu telah dipercaya penerbit sejak sepuluh tahun yang lalu jadi menghabisksan tiga puluh tahun sejak SD hingga akhirnya berhasil menerbitkan buku. Beliau menuturkan bahwa pada jaman dulu sangat sulit untuk meneerbitkan buku karena penerbit sedikit dan mereka memiliki bargaining power yang sangat tinggi, hingga sulit ditembus. Sekarang ada banyak penerbit bahkan menerbitkanbuku sendiripun bisa.

 

Tidak jauh dari pembahasan mengenai tulisan, saya akan berbagi apa saja yang dapat menjadi motivasi kita menulis setiap hari.

Narasumber memaparkan, mengapa kita menulis setiap hari, karena pembiasaan itu syarat mutlak agar menajdi mahir, ala bisa karena biasa, dalam arti melakukan sesuatu setiap hari maka akan terbiasa dengan hal tersebut. Menulis setiap hari itu menjaga keselarasan antara otot- otot tubuh dan jiwa. Saat sudah terbiasa menulis, apapun yang dilihat selalu ada keinginan untuk menjabarkannya dalam bentuk tulisan, hal ini terjadi scara otomatis begitupun ketika melaraskan sesuatu.

 

Seseorang yang tidak terbiasa menulis ,akan menyimpan ide- ide atau perasaan dan menggantinya dengan menceritakan hal tersbut kepada orang lain alih- alih dari pada menulis. Namun sebaliknya, jika suka menulis maka terbiasa mencuahkan segalanya melalui tulisan bertemankan selembar kertas jika sedang ingin menulis dengan pena atau ambil smartphone dan ketik segala hal yang ingin dsampaikan melalui tulisan.

 

Menulis setiap hari dan terbiasa menulis akan menjadi pribadi yang sehat. Seorang penulis sejati, akan menulis naskah bukunta sendiri tanpa bantuan orang lain, mengasah kemampuan dengan cara berkomitmen untuk tidak melewatkan seharipun dalam hidupnya untuk menulis,  jadi jika kita akan bersungguh- sungguh ingin menjadi penulis sejati, maka berkomitmenlah menulis setiap hari.

Tulisan tersebut dapat dimuat di blog berupa artikel bebas, yang mudah dipahami dengan bahasa yang sederhana. Bagaimana jika tidak ada yang membaca? Tidak sedikit orang berhenti menulis karena feedbacknya negatif, yang penting menulis dulu. Kalau sudah memenuhi standar minimal untuk dibaca orang lain harus yakin tulisan kita akan  dibaca. Selalu semangatlah karena tidak ada upaya yang sia- sia.

Pada akhir pertemuan pak Dadang memberi pesan bahwa menulis itu adalah untuk diri kita sendiri. Bukan untuk orang lain. Jadi, berikanlah yang terbaik kepada tulisan kita sendiri. Sehingga memperoleh yang terbaik pula nantinya dari karya tersebut .

 

Sedangkan para pembaca, adalah pihak yang ikut menikmati manfaatnya. Dengan begitu, maka lewat tulisan, kita dapat  menjadi pribadi yang lebih baik terlebih dahulu. Sambil mengajak orang lain untuk menemani perjalanan menuju perbaikan diri melalui tulisan kita. Jadi,  teruslah menulis. Karena dengan menulis, engkau melayani diri sendiri dan memberi manfaat kepada orang lain.

 

 

Semangat Menulis !

Salam Literasi!

 

Bab 19 Kiat Menulis itu Mudah

 

“Karya yang terbaik adalah tulisan yang sudah selesai”tutur Dr. Uswadin, M.Pd, seorang guru SMP Labschool Jakarta dan Kebayoran. Pernah menjabat sebagai kepala SMP Labschool Cibubur pada tahun 2011 hingga 2019 dan sebagai Pengembang Labschool UNJ. Beliau melanjutkan berbagi ilmu pada kuliah online kali ini mengenai mulailah menulis,karena memulai adalah sesuatu yang baik.Menulis adalah ide, pikiran yang kita keluarkan, Beranilah untuk menulis, bulatkan tekad untuk menulis, keraguan yang muncul hanya akan menghambat niat kita untuk menulis,untuk itu kumpulkan ide- ide yang terpikirkan saat itu juga, catat dengan rapi pada buku kecil buat outlinenya hingga nanti saatnya menulis tidak kesulitan merangkai kata dalam menuangkan ide- ide tadi menjadi sebuah paragraph. Awali terlebih dahulu dengan membiasakan menulis, tidak mustahil kebiasaan tersebut dapat kita tingkatkan menjadi sebuah buku, misalnya seorang guru  yang terbiasa menulis materi atau membuat modul sendiri untuk mempermudah dalam pembelajaran, lambat laun jika terbiasa maka bisa saja tulisannya atau modulnya menjadi buku pelajaran yang  diterbitkan secara nasional. Bermimpi tinggi tidak akan merugi bahkan akan menjadi tangga kita mencapai puncak, tidak perlu takut jatuh jug akarena saat jatuh kita akan bangkit lagi dan berdiri. Menulislah tanpa ragu.

 

Sebuah tulisan yang telah selesai lalu di tampilkan pada blog pribadi penulis, atau media lain seperti facebook agar dapat berbagi ilmu atau informasi yang bermanfaat kepada pembaca. Berawal dari menulis di blog berisikan pengalaman- pengalaman atau informasi yang sedang viral saat ini, syair lagu bahkan puisi. Seperti halnya pak Uswadin, beliau sempat memposting sebuah lagu karya beliau sendiri dengan judul Hebatnya Negriku. Menurut Pak Uswadin selain beberapa jenis tulisan yang telah disebutkan di atas, hasil penelitian pun dapat dijadikan buku popular karena dalam penelitian, bisa dipertanggungjawabkan kevalidan datanya, yang dikemas menjadi sebuah buku dan mudah dipahami pembaca.

 

Yakinlah bahwa menulis itu mudah, berikut kiat- kiatnya :

1.      Percaya diri dan belajar menulis

2.      Jangan memaksa menulis saat lelah,istirahat lebih dulu.

3.      Konsisten,jangan memaksa diri kalau belum punya ide.

4.      Banyak membaca tuliasan orang lain, sehingga menambah kosakata dalam menulis

5.  Tulis,dan kumpulkan ide-ide  yang muncul,tulis poin-poinnya,kemudian merangkai kalimat dijadikan tulisan.

6.      Latihan menulis di blog sendiri.

 

Lanjut Pak Uswadin berpesan , “Setelah tulisan selesai,  kita baca-baca dan baca, kemudian tinggal beberapa waktu 1 atau 2 jam baru kita baca lagi.terkadang membutuhkan waktu selama 4 jam dari konsep,koreksi dan sampai jadi. Bahkan membutuhkan waktu3 hari, seperti buku inspirasiku selesai dalam 4 tahun.  Pak Uswatun juga menyampaikan pengalamannya saat pertama kali bukunya diterima beliau sangat senang, judulnya adalah Guru Honor Naik Haji.”

 

Dari sederet pengalaman yang dipaparkan beliau cukuplah untuk menambah kepecayaan diri kita dalam menulis hingga akhirnya menjadi sebuah buku.

 

Semangat Menulis !

Salam Literasi!

 

 

 

 

 

 

Bab 18 Menulis dan Menerbitkan Buku

 

Pemateri : Onno W. Purbo

 

Dr. Onno W. Purbo, seorang pekerja keras yang sangat menyintai kehlainnya yakni pakar Pendidikan dalam bidang Tekhnlogi dan Informasi, beliau adalah lulusan terbaik ITB pada tahun 1981 dan melanjutkan studinya di Kanada. Hasil karyanya dapat dinikmati orang yang selalu membaca dan mendengarkan setiap pembelajaran nya melalui youtube.com/c/OnnoCenter. Beliau pun dikenal dengan sebutan bapak internet Indonesia.

 

Menulis dan menerbitkan buku adalah tantangan bagi setiap penulis pemula, banyak sekali bisikan- bisikan hingga kendala yang membuat pupus harapan hingga akhirnya memutuskan  berhenti menulis. Kendala seringkali muncul saat merangkai kata dalam tulisan oleh sebab itu, gunakan lah rumus 5W dan H (what, who, why,when, where dan How).

 

Menulis buku atau artikel erat kaitannya dengan mengumpulkan tulisan- tulisan dalam buku lain , membaca beberapa macam buku lalu di tulis kembali dengan mencantumkan referensinya. Cara lain, awali tulisan dengan percakapan, dalam arti mengobrol layaknya kepada teman namun dalam bentuk tulisan, bukan diucapkan. Selain itu, tanpa membaca tidak akan bisa menulis. Sumber kat- kata banayk kita peroleh dari banyak membaca, baik itu membaca berita, cerita fiksi, karya sastra dan masih banyak lagi sumber bacaan yang bisa kita jadikan referensi dalam membaca hingga akhirnya terkumpul seribu kata dalam benak yang siap dituangkan dalam bentuk tulisan.

 

 

Menerbitkan Buku

Buku berkualitas tidak serta merta menjadi modal utama bahkan syarat sebuah buku di terbitkan, melainkan terlebih kepada nilai jualnya, apakah buku itu laku dijual atau tidak. Menurut pak Onno Buku pelajaran SD atau cerita anak- anak misalnya, cenderung lebih banyak peminatnya dibandingkan dengan buku SMA atau buku untuk mahasiswa. Beruntunglah kita sebagai guru terlebih  guru SD karena dapat menulis buku yang dibutuhkan anak- anak SD, seperti buku pembelajaran atau pegangan siswa. Guru SD lebih paham apa yang dibutuhkan siswanya dalam belajar dan itu mempermudah penulis untuk dijadikan bahan tulisannya menjadi sebuah buku.

 

Selanjutnya yaitu bahasan mengenai buku digital. Buku ini ditulis menggunakan Microsoft word lalu kemudian disimpan dalam bentuk Pdf. Bagaimana buku jenis ini agar laku dijual?

Pemasaran buku digital tergantung dari banyaknya follow up, semakin banyak follow up semakin laku dan akan diterbitkan.

 

Demikian secara singkat saya jabarkan mengenai apa saja yang telah disampaikan oleh Pak Onno W. Purbo, semoag dapat diambil manfaat dan menambah semangat pembaca untuk segera menulis dan menerbitkannya menjadi sebuah buku.

 

 

Semangat Menulis !

Salam Literasi !

Bab 17 Rasa Takut dan Malas dalam Menulis

Pemateri : Catur Nurochman Oktavian

 

Pernah merasakan takut akan menulis? Atau malas, atau merasa menulis itu tidak ada hasilnya, hanya menghabiskan waktu cuma- cuma? Saya pribadi pernah mengalami hal demikian namun seorang teman membangkitkan semangatku, hingga akhirnya menemukan grup wa ini yakni grup belajar menulis bersama Om Jay. Saat itulah saya mulai tegerak dan mulai menulis dengan semangat.

 

Kuliah kali ini menambahkan semangat saya dalam menulis, layaknya motivator, kata- kata beliau memberi motivasi dan inspirasi. Beliau adalah seorang ketua Departemen Litbang PB PGRI dan saat ini menjadi redaktur sebuah majalah. mulai  menulis pada tahun 1999,dan bukunya yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2003, hingga sekarang pak Catur rutin menulis.

 

Beliau memaparkan mengenai Rasa Takut dan malas adalah dua musuh utama dalam menulis. Dua hal tersebut harus dikalahkan terlebih dahulu sebelum memulai menulis baik luring maupun daring.

 

Rasa Takut. Mulai dari  takut tulisan jelek, khawatir dicela, takut tulisan sudah basi dan takut lainnya seringkali di alami oleh orang dan akhirnya menghentikan niatnya dalam menulis, sebenarnya penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood” menungu mood baik baru menulis itu adalah hal yang tidak ada dalam kamus seorang penulis. Oleh karena itu, singkirkan terlebih dahulu mood yang hanya menghambat kinerja otak kita dalam menulis. Beliau menambahkan bahwa Isaac Asimov seorang penulis fiksi ternama, beliau menulis dengan sederhana dan apa adanya yakni jadilah dirimu sendiri ketika menulis, tidak perlu memaksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan diluar gaya yang kita miliki, perbanyak membaca dan mempelajari gaya tulisan orang lain agar kita bisa menemukan gaya tulisan kita sendiri.

 

Menulis sama halnya seperti berbicara, ketika berbicara kepad aorang lain tent sedapat mungkin menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Selain itu  menulis barang tentu untuk dibaca, pesan dalam tulisan harus jelas agar dapat dipahami oleh pembaca dengan tulisan yang sederhana bahasa yang sederhana tidak membuat kening pembaca berkerut saat membaca tulisan kita.

 

Awali lah tulisan denga nhal- hal yang kita sukai kita kuasai tulislah sekali lagi dengan gaya kita yang sederhana dan mampu diterima oleh pembaca dengan baik.

 

 

 

Semangat menulis!

Salam Literasi! 

Bab 16 Belajar Daring SD Wijaya Kusuma

 

Sebagai seorang guru di salah satu sekolah yang bernaung di bawah pimpinan yayasan perusahaan Sawit, saya merasa cukup bangga dengan keadaan dan lingkungan kerja yang professional, disiplin telah menjadi hal yang lumrah disini , guru adalah model bagi peserta didiknya, dan itulah mengapa guru dituntut menjadi model yang baik, memberi contoh yang baik. Sebelum jam 7 guru sudah ada di pintu depan kelas menanti kehadiran siswa untuk memberi salam ramahnya, bersalaman mencium tangan dan mempersilakan siswa masuk kelas kemudian duduk tertib sambil berbincang dengan teman sejawatnya. Ada pula yang memilih bermain terlebih dahulu di lapangan sekolah, bermain sepakbola, berlarian kejar- kejaran, adapula yang menanti bel sekolah berbunyi dengan membaca buku di pojok baca. Kondisi ini tak disangka- sangka tidak akan saya temui lagi akibat corona, virus covid 19 yang melanda selurh penjuru dunia dengan sangat tak terduga merubah kebiasaan lama dan karena protokolnya yang kita ketahui bersama demi terputusnya mata rantai penyebaran virus melalui udara, air liur, benda yang disentuh dan lain sebagainya,menuntut aturan baru bagi pemerintah untuk menutup sementara sekolah dan tidak mengijinkan siswa pergi kesekolah demi keamanan bersama. Guru tetap berangkat ke sekolah memberi tugas kepada siswa di rumah melalui daring.

Pertengahan bulan September tahun 2020 Pembelajaran Daring SD Wijaya Kusuma di mulai, pembelajaran yang dilakukan melalui media online yaitu whatsapp group .Melalui aplikasi ini, masing- masing kelas membuat grup kelas dan setiap pagi siswa diminta untuk menginformasikan kehadiranny saat hari itu, lalu guru memberi bimbinagn belajar kepada siswa dibantu dengan orangtua siswa di rumah untuk mengerjakan tugas berupa modul yang telah diberikan setiap hari Sabtu ke setiap area dan akan dikumpulkan Sabtu depannya lagi di tempat yang sama.

Setiap hari siswa mengerjakan tugas pada modul tersebut dan member laporan hasil kerjanya melalui foto untuk dikirimkan ke wa wali kelas atau wa grup kelas.

Banyak sekali kekurangan yang di rasakan dari sistem belajar seperti ini diantaranya khusus siswakelas satu, kelas yang saya ampuh. Anak- anak bisa dibilang 65% belum memahami huruf otomatis belum bisa membaca dengan lancar, maka oleh sebab itu orangtualah yang berperan  sanagt besar alam mengajrkan anaknya di rumah saat ini. Ibu membacakan materinya lalu anak menghafalkan atau orang tua membacakan soal lalu anak yang menjawab, namun tidak bisa di pungkiri bahwa beberapa orangtua mengerjakan tugas anaknya agar memperoleh nilai bagus.

Inilah kekurangan daring, guru tidak mampu menilai kemampuan siswa sebenarnya, karena beberapa tugas dikerjakan oleh orangtua siswa, dan hal ini sangat di sayangkan.

Harapan saya, semoga pandemi ini segera berlalu agar siswa dapat kembali belajar di sekolah berkumpul kembali dengan teman- teman dan meraih prestasi belajar yang tinggi.

 

Semangat menulis !  Salam Literasi!

Bab 15 Mulailah Menulis

 

Jangan Menunggu Ide Datang Lalu Baru Menulis, Menulislah Dulu Maka Ide Akan Datang Padamu.”

Oleh Budiman Hakim

 

Menulislah, hal yang berulang kali disampaikan oleh narasumber kali ini yaitu  om Jay dengan nama lengkap Wijaya Kusumah, blogger terkenal dengan karyanya yang inspiratif dan mendidik.

Banyak sekali cara yang bisa ditempuh agar terbiasa menulis dan menyintai kegiatan menulis, yakni

Menulis buku digital atauu buku cetak.

 

Diawali dari belajar menulis di grup wa yaitu belajar menulis bersama om Jay, banyak sekali manfaat yang bisa diperolah seperti pada saat ini, menulis resume mengenai materi apa saja yang beliau paparkan, dari hal kecil lalu di upoload pada blog pribadi. Dari hal sederhana inipun sudah tergolong menulis, menulis hal sederhana namunn bermanfaat bagi pembaca yang mungkin memiliki niat yang sama  yakni ingin menulis buku.

Selain melalui Wa belajar menulis dapat digunakan dengan berbagai cara seperti, zoom , Workshop Elearning Om jay telah menjadi narasumber dalam kegiatan menulis untuk memotivasi guru- guru yang ada di setiap kota hingga 55 kota., cara lain untuk menulis yaitu belajar dengan menggunakan websiteratu mmebuat blog untuk tempat menuangakn ide- ide serta karya berupa tulisan sastra, fiksi, cerita pendek.

Pada akhir pertemuan Om jai menyampaikan  bahwa biasakan menulis,hingga akhirnya itu menjadi hal yang menyengankan bagimu, menulis adalah cara menyimpan ilmu selamanya.

 

Semangat menulis!

Salam Literasi!

 

 

 

Bab 14 Meraih Gelar Guru Berprestasi

 

Pemateri : SIGIT SURYONO,MPd

 

Mengisahkan tentang sosok seorang guru , Pak Sigit Suryono yang  mengabdikan dirinya mengajar di SMP Negeri 1 Wonosari Gunung Kidul , pernah menjadi Duta Rumah Belajar Tahun 2018 dan telah  berhasil meraih juara 1 dalam lomba guru prestasi SMP TK Nasional Tahun 2015.  Selain membuat artikel , beritan dan tutorial (web ciget.info dan inobel.id), selama Sembilan tahun menulis dengan bantuan istri, beliaupun telah menerbitkan sebuah buku pada tahun 2017 yang merupakan kumpulan cerpen dengan judul Aku Ingin Mengumpulkan Rembulan dan berhasil menjadi desminator terbaik literasi SMP tingkat Nasional.

Selanjutnya bagaimana beliau meraih  juara 1 Guru Prestasi tingkat Nasional tahun 2015, persiapan untuk mengikuti gupres mulai disiapkan jauh- jauh hari tidak instan yaitu sejak menjadi guru SMP 1 Wonosari, beliau merekam dari pengalaman senior- senior peserta symposium banyak yang belum menguasai TIK dan beberapa kurang semangat membuat laporan. Ketika itu Pak Sigi mengikuti  symposium yang diikuti oleh semua ketua MGMP SMP serta hamper seluruh pengurus bidang studi yang ada di provinsi DIY, saat itu adalah peluang baginya untuk mempromosikan diri kepada senior, dengan penuh percaya diri dengan tambahan gelar yang telah dimiliki yakni S2 jurusan Teknologi Pembelajaran  pada tahun 2006.

Pak Sigit menuturkan bahwa keberhasilan  yang dirasakanny ditunjang oleh pendidikan yang diraihnya dan S2 adalah salah satu yang menunjang itu dan hal kedua yaitu jurusan yang dipilih beliau pun tergolong jarang sehingga iya memiliki hal yg berbeda dari yang lain, memiliki keahlian yang belum dimiliki teman- teman di dunia pendidikan.Berawal dari simposium itu pak Sigit diminta untuk mengajar powerpoint,flash,blog dan lain lain di sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Gunung Kidul. Lintas MGMP, dan juga diminta untuk menjadi trainer di tingkat kabupaten maupau tingkat propinsi.

 

Setelah itu, tidak serta merta keberhasilan yang diraih namun kegagalan demi kegagalan pun pernah beliau rasakan. Atas kegagalannya, pak Sigit melakukan riset dan mencari letak kesalah dan kekurangannya hingga akhirnya pada tahun 2009 berhasil meraih kejuaraan,kabupaten,regional maupun propinsi, walupun 6 kali jadi finalis tingkat nasional masih belum berhasil, semangat pak Sigit tidak luntur,untuk menjadi juara pertama  tingkat nasional  harus menpersiapkan diri sebaik-baiknya. Yang kedua  karya yang diikutkan dalam lomba bukan karya yang jadi dalam semalam perlu proses dan tahapan yang cukup panjang, setahun sebelumnya. Yang ketiga,jika lolos ke tingkat  nasional karya atau presentasi yang akan dinilai. Keempat,menyiapkan diri secara mental dan fokus pada lomba. Kelima, saat presentasi fokus pada materi yang disampaikan,jangan sampai menyimpang dan keluar dari presentase yang sudah kita siapkan.

 

Kegagalan- kegagalan beliau saat itu adalah  karena pemaparan yang disampaikan sering keluar jalur,bukan pokok permasalahan yang disampaikan, namun hanya menceritakan tentang kegiatannya. Sungguh menjadi pengalaman pahit baginya. Dari sinilah beliau belajar bahwa dalam mengikuti ajang lomba maka harus evaluasi diri,kalau menang jangan jumawah.

 

 

Semangat menulis

Salam senang menulis !

Bab 13 Mengajar Gaya Motivator

 

Pemateri : ARIS AHMAD JAYA as Mr.SUGESTI

 

Mari kita mengenal sosok pak Aris terlebih dahulu selain sebagai motivator sekolah- sekolah unggul di Indonesia , beliau adalah pendiri CEO di lembaga Abco Sugesti Motivatindo yang bergerak dibudang motivasi dan konsultan bagi sekolah- sekolah unggul di Indonesia untuk menemukan kekhasan dan kekhususan sekolah tersebut.

Terlahir di Pati,23 Februari 1974.Pernah menjadi mahasiswa di universitas ternama di Indonesia yaitu IPB dan UGM. Beliau memperoleh gelar Dokter Hewan  pada tahun 2000 di Institut Pertanian Bogor dan pada tahun 2015 memperoleh gelar Magister Manegemen di UINK Bogor.

 

Telah berhasil menerbitkan beberapa buku best seller diantaranya 30 Hari Mencari Jati Diri yang telah terjual 45000 eksemplar, LOVE TOUCH PARENTING, QUATOS Auto Sugesti Power,Endophin Teacher,Spirith of Succces dan buku lainnya.

 

Pada kuliah online bersama Om Jay  malam ini Pak Aris Ahmad Jaya menjelaskan  tentang  Mengajar Gaya Motivator.

 

Beliau memulai dengan pernyataan menarik yaitu, guru itu ada dua jenis

,  guru betulan dan guru kebetulan.

1.      Guru Betulan

Seseorang yang benar- benar dari awal ingin  menjadi pengajar bahkan sudah menjadi cita- citanya sejak di bangku sekolah, guru betulan adalah guru yang diidamkan karena memiliki sinergi dalam mengajar untuk bertemu dengan siswa, menularkan ilmu yang dimilikinya.

 

2.      Guru Kebetulan

Sosok guru ini sangat sering ditemukan , kebetulam ada lowongan mengajar daripada tidak ada pekerjaan maka memilih menjadi guru, tidak ada yang menyalahkan menjadi guru kebetulan jika mau belajar dengan sungguh- sungguh dan mengabdi hingga akhirnya menjadi guru betulan. Semua kembali kepada niat. Terkadang guru kebetulan pun lambat laun menyintai profesinya melalui proses yang benar.

Sekarang yang menjadi sorotan adalah bukan persoalan menjadi guru kebetulan atau betulan namun apabila guru tersebut menyesali dirinya sebagai guru. Oleh karena itu, Pak Aris akan memotivasi guru malam ini agar menjadi guru betulan yang dicintai, menginspirasi, menarik dan menyenangkan.

 

Jarang sekali diketahui bahwa guru terbagi menjadi tiga tipe berdasarkan kinerjanya, yaitu guru nyasar, bayar, dan sadar. Guru Nyasar, guru yang tidak memiliki arah dan tujuan, dan kurang bersinergi, tidak heran pembelajaran yang dibawakan pun akan membosankan dan memgurangi semangat belajar siswa. Mata pelajaran yang dibawakan oleh guru yang bersangkutan cenderung dibenci siswa dan hal ini sangat  menyedihkan. Guru Bayar, bekerja semata- mata karena uang, dia akan bekerja jika ada bayaran saja. Guru yang tidak konsisten semangat mengajarnya, ketika tanggal muda setelah gajian semangat, karena finansial tercukupi, namun terkadang  karena merasa bahwa pekerjaan tidak menjajikan akan muncul rasa yang menyedihkan putus asa karena tidak mampu  memenuhi kebutuhanya sehari –hari. Figur ini pun tidak akan mampu mengisnpirasi siswa.

Guru Sadar adalah seorang guru yang kehadirannya dinantikan oleh para siswa, begitupun pelajaran yang dia ajarkan sudah tentu akan disukai siswa. Segala yang disampaikan oleh figure guru ini akan tertanam dalam benak siswa secara sadar atau tidak dia bagaikan motivator bagi para siswa.

Mengajar gaya motivator adalah teknik bagaimana menjadi seorang guru sadar, menyadari dari hati bahwa guru adalah pekerjaan yang mulia, yang tidak didasari uang semata melainkan niat yang tulus untuk mencerdaskan anak bangsa, niat beribadah berbgai ilmu dan niat menebar kebaikan melalui ilmu yang diajarkan.

 

 

Berikutnya Mr Sugesti menyebutkan tentang lima  langkah Mengajar Gaya Motivatur, yang pertama yaitu jadilah guru yang menarik dan menyenangkan, guru yang menarik selalu dapat mengerti siswanya bukan guru meminta siswa yang mengerti pada gurunya. Temukan Titik Lebihnya Temukan nilai unggulnya, setiap siswa memiliki kelebihan tersendiri dan hal itu layak untuk dibanggakan, hargai hal- hal yang kecil, selalu memberi motivasi agar bisa mengembangkan bakat minat anak. Menemukan nilai tambah dalam artian menjadikan siswa berprestasi di bidangnya, seperti halnya seorang siswa yang berbakat menyanyi maka diupayakan untuk mengikuti lomba vocal solo atay grup, dia akan merasa bangga akan bakatnya. Libatkan Meraka jadi bagian dari pemain, maksudnya adalah melibatkan siswa dengan cara menggunakan idea tau gagsan yang mereka sampaikan pada rapat kelas seperti, aturan kelas, bagaiman seharusnya siswa bersikap saat bel sudah berbunyi, membuat aturan baru mengenai rumah baca, dan lain sebagainya, Memberikan Label Positif, memberikan label ketika menjadi guru kita memberikan  ucapan suka mengajar kalian karena  kelas yang luar biasa, hebat,antusias,karena kelas kompak maka kelas ini diberi nama kelas lebah,supaya menjadi mampu meniru cara hidup lebah, maka akan membangun persepsi, kata- kata  yang baik akan mempengaruhi pola kehidupan.

 

Gunakanlah Bahasa Cinta yang Cerdas

Seorang  Guru akan mendapatkan Cinta dari Anak Didiknya.

 

5 Bahasa Cinta yang layak Anda pelajari dan Praktekkan.

Silahkan lihat penjelasan satu per satu dari Bahasa Sentuhan Cinta.

1. https://youtu.be/UAZ02bxlzyM

Bahasa cinta APRESIASI.

2. https://youtu.be/39raqyvipcE

Bahasa Cinta KOMITMEN dan Keteladanan

3. https://youtu.be/AdXLTi1-pPs

Bahasa Cinta TEMUKAN KEUNGGULAN SISWA

4. https://youtu.be/U8uyPVhRFTQ

Bahasa Cinta HUBUNGAN INTERPERSONAL

5. https://youtu.be/xVBnh4TsPgw

Bahasa Cinta HARGAI HAL HAL KECIL

 

 

 

Semangat Menulis!

Salam literasi !

 

Bab 12 Karya Inovasi & Kualitas Diri

 

Pemateri : Bapak Tri Agus Cahyono

 

Mengawali karir sebagai seorang guru di SD Negeri Belik Tepus Kecamatan Tepus, Gunung kidul tidak mematahkan semangat bapak Tri untuk selalu berprestasi. Lahir di Pacitan, 22 Agustus 1982,

Beliau menamatkan pendidikan terakhir Program Studi Pacsasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Magister Pendidikan Dasar-IPA tahun 2015 melalui beasiswa P2TK Dikdas dengan predikat Cum Laude. Aktif sebagai ketua KKG Gugus V Purwodadi, Tepus Gunungkidul, DIY.

Sederet penghargaan beliau raih diantaranya sebagai Guru Berdedikasi Daerah Khusus TK. Nasional Tahun 2016, Juara I Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran TK. Nasional Tahun 2016 kategori MIPA, Penghargaan Short Course ke Jepang Tahun 2017, Finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) TK. Nasional Guru Kelas SD Tahun 2018 dan Finalis Guru Berdedikasi TK Nasional SD 2019.

 

Beliau akan berbagi ilmu melalui pengalaman- pengalaman inspiratif dengan tema “ Karya Inovasi & Kualitas Diri"

 

Berdasarkan taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Krathwool, Karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses berfikir. Jadi ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati tahapan- tahapan berfikir kognitif, yakni

1. Mengingat (C1)

2. Memahami (C2)

3. Menerapkan (C3)

4. Menganalisa (C4)

5. Mengevaluasi (C5)

6. Menciptakan (C6)

 

Dalam menciptakan karya inovasi harus belajar menguasai materi keilmuan dari karya tersebut. Sebagai contoh ketika final lomba Karya Inobel, yang dinilai bukan hanya tertuju pada karya tersebut akan  tetapi bagaimana penciptanya memahami, menerapkan menganalisis karyanya tersebut , si inovator akan ditelisik oleh dewan juri melalui presentasi dan tanya-jawab.

 

Cara kita belajar untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi adalah dengan bekerja.

 

Setelah semua tahapan dilalui akan muncul rasa ketidakpuasaan akan sesuatu dan di sinilah muncul daya cipta manusia untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk berinovasi dengan tidak mengabaikan empat hal yakni : "APIK"

1. Asli (karya sendiri)

2. Perlu (berguna )

3. Inovativ

4. Konsisten

 

Beliau melanjutkan dengan kisah mengenai pengalaman berinovasi dan telah memperoleh penghargaan inobel 2016 dengan media “Planetarium Bekam”. Media ini adalah hasil dari ketidakpuasaan terhadap media konvensional yang selama ini kami gunakan yaitu globe. Ketika menggunakan globe dalam pembelajaran IPA untuk menerangkan materi pergerakan Bumi & Bulan, anak dipaksa berfikir secara abstrak. Terdapat kesulitan ketika anak membandingkan globe yang diperagakan dengan lampu senter lalu menghubungkan dengan kejadian nyata antara Bumi, matahari, dan bulan. Disinilah ketidakpuasan terhadap globe muncul, Kita analisis kelebihan dan kekurangan globe dalam menjelaskan materi tersebut. Kelebihan yang dimiliki ialah model yang paling sesuai, mudah digunakan dan tersedia di sekolah . Kekurangan pada media ini adalah tidak bisa menampilkan bagaimana penampakan langit  dari bumi saat di peragakan.  Khusus pada gerak semu atau bukan gerak sebenarnya anak sangat kesulitan untuk menerima konsep tersebut

 

 

 

Selama bertahun- tahun penggunaan globe sebagai media bisa dibilang mengecewakan, karena anak-anak nampak tidak termotivasi dan berpengaruh pada prestasi belajar mereka yang kurang memuaskan.

Saya simpulkan dengan yakin bahwa motivasi sangat berpengaruh keberhasilan dan prestasi, dan melalui inovasi yakni media “Planetarium Bekam”dapat lebih mempermudah observasi dan menambah motivasi belajar siswa.

 

Semangat guru memuncak setelah mengikuti kuliah beliau malam itu, semangat berkarya semangat berinovasi.

 

Semangat Menulis dan Berkarya !

Salam Literasi

 

 

Jatuh Bersama Hujan

dingin gelap berselimut seiring tetesan air jatuh kala itu sejuknya melelapkan mata yang lelah gemuruh terdengar seketika menutup telinga li...