Ketika Ucap tertahan Hati akan bersuara Melalui Baris Bahasa Indah Dalam Catatan Puisi- puisi ku
Sunday, November 22, 2020
Jatuh Bersama Hujan
Saturday, October 3, 2020
Bab 20 Motivasi Menulis Setiap Hari
Bapak
Dadang Kadarusman alah seorang
guru sekolah dasar, kecintaan beliau dalam membaca berawal saat ayahnya yang
selalu membawakan buku-buku bacaan. Dari kesukaannya inilah beliau berkeinginan
untuk menjadi penulis, mulai dari bangku SD sudah mulai mennulis dan aktif
mengikuti lomba- lomba sejak SMP. Kini, sebagai
sseorang motivator
terkenal Indonesia dan Pembicara Nasional
belaiu telah dipercaya penerbit sejak sepuluh tahun yang lalu jadi
menghabisksan tiga puluh tahun sejak SD hingga akhirnya berhasil menerbitkan
buku. Beliau menuturkan bahwa pada jaman dulu sangat sulit untuk meneerbitkan
buku karena penerbit sedikit dan mereka memiliki bargaining power yang sangat
tinggi, hingga sulit ditembus. Sekarang ada banyak penerbit bahkan
menerbitkanbuku sendiripun bisa.
Tidak jauh dari pembahasan mengenai tulisan, saya akan berbagi apa saja yang dapat menjadi motivasi kita menulis setiap hari.
Narasumber memaparkan, mengapa kita menulis setiap
hari, karena pembiasaan itu syarat mutlak agar menajdi mahir, ala bisa karena
biasa, dalam arti melakukan sesuatu setiap hari maka akan terbiasa dengan hal
tersebut. Menulis setiap hari itu menjaga keselarasan antara otot- otot tubuh
dan jiwa. Saat sudah terbiasa menulis, apapun yang dilihat selalu ada keinginan
untuk menjabarkannya dalam bentuk tulisan, hal ini terjadi scara otomatis
begitupun ketika melaraskan sesuatu.
Seseorang yang tidak terbiasa menulis ,akan menyimpan
ide- ide atau perasaan dan menggantinya dengan menceritakan hal tersbut kepada
orang lain alih- alih dari pada menulis. Namun sebaliknya, jika suka menulis maka
terbiasa mencuahkan segalanya melalui tulisan bertemankan selembar kertas jika
sedang ingin menulis dengan pena atau ambil smartphone dan ketik segala hal
yang ingin dsampaikan melalui tulisan.
Menulis setiap hari dan terbiasa menulis akan menjadi
pribadi yang sehat. Seorang penulis sejati, akan menulis naskah bukunta sendiri
tanpa bantuan orang lain, mengasah kemampuan dengan cara berkomitmen untuk tidak
melewatkan seharipun dalam hidupnya untuk menulis, jadi jika kita akan bersungguh- sungguh ingin
menjadi penulis sejati, maka berkomitmenlah menulis setiap hari.
Tulisan tersebut dapat dimuat di blog berupa artikel
bebas, yang mudah dipahami dengan bahasa yang sederhana. Bagaimana jika tidak
ada yang membaca? Tidak sedikit orang
berhenti menulis karena feedbacknya negatif, yang penting menulis dulu. Kalau sudah memenuhi
standar minimal untuk dibaca orang
lain harus yakin tulisan
kita akan dibaca.
Selalu semangatlah karena tidak ada upaya yang sia- sia.
Pada akhir pertemuan pak Dadang memberi pesan bahwa menulis itu adalah untuk diri kita sendiri. Bukan untuk orang lain. Jadi, berikanlah yang terbaik kepada tulisan kita sendiri. Sehingga memperoleh yang terbaik pula nantinya dari karya tersebut .
Sedangkan
para pembaca, adalah pihak yang ikut menikmati manfaatnya. Dengan begitu, maka
lewat tulisan, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik terlebih
dahulu. Sambil mengajak orang lain untuk menemani perjalanan menuju perbaikan
diri melalui tulisan kita.
Jadi, teruslah menulis. Karena dengan menulis,
engkau melayani diri sendiri dan memberi manfaat kepada orang lain.
Semangat Menulis !
Salam Literasi!
Bab 19 Kiat Menulis itu Mudah
“Karya yang terbaik
adalah tulisan yang sudah selesai”tutur Dr. Uswadin,
M.Pd, seorang guru SMP Labschool Jakarta dan Kebayoran.
Pernah menjabat sebagai kepala SMP Labschool Cibubur pada tahun 2011 hingga
2019 dan sebagai Pengembang Labschool UNJ. Beliau melanjutkan berbagi ilmu pada
kuliah online kali ini mengenai mulailah menulis,karena memulai adalah sesuatu
yang baik.Menulis adalah ide, pikiran yang kita keluarkan, Beranilah untuk
menulis, bulatkan tekad untuk menulis, keraguan yang muncul hanya akan menghambat niat kita
untuk menulis,untuk itu kumpulkan ide- ide yang terpikirkan saat itu juga,
catat dengan rapi pada buku kecil buat outlinenya hingga nanti saatnya menulis
tidak kesulitan merangkai kata dalam menuangkan ide- ide tadi menjadi sebuah paragraph.
Awali terlebih dahulu dengan membiasakan menulis, tidak mustahil kebiasaan
tersebut dapat kita tingkatkan menjadi sebuah buku, misalnya seorang guru yang terbiasa menulis materi atau membuat
modul sendiri untuk mempermudah dalam pembelajaran, lambat laun jika terbiasa
maka bisa saja tulisannya atau modulnya menjadi buku pelajaran yang diterbitkan secara nasional. Bermimpi tinggi
tidak akan merugi bahkan akan menjadi tangga kita mencapai puncak, tidak perlu
takut jatuh jug akarena saat jatuh kita akan bangkit lagi dan berdiri.
Menulislah tanpa ragu.
Sebuah tulisan yang telah selesai lalu di tampilkan
pada blog pribadi penulis, atau media lain seperti facebook agar dapat berbagi
ilmu atau informasi yang bermanfaat kepada pembaca. Berawal dari menulis di
blog berisikan pengalaman- pengalaman atau informasi yang sedang viral saat
ini, syair lagu bahkan puisi. Seperti halnya pak Uswadin, beliau sempat
memposting sebuah lagu karya beliau sendiri dengan judul Hebatnya Negriku.
Menurut Pak Uswadin selain beberapa jenis tulisan yang telah disebutkan di
atas, hasil penelitian pun dapat dijadikan buku popular karena dalam penelitian,
bisa dipertanggungjawabkan kevalidan datanya, yang dikemas menjadi sebuah buku
dan mudah dipahami pembaca.
Yakinlah bahwa menulis itu mudah, berikut kiat- kiatnya
:
1. Percaya
diri dan belajar menulis
2. Jangan
memaksa menulis saat lelah,istirahat
lebih dulu.
3. Konsisten,jangan
memaksa diri kalau belum punya ide.
4. Banyak
membaca tuliasan orang lain, sehingga
menambah kosakata dalam menulis
5. Tulis,dan
kumpulkan ide-ide yang muncul,tulis
poin-poinnya,kemudian merangkai kalimat dijadikan tulisan.
6. Latihan
menulis di blog sendiri.
Lanjut Pak Uswadin berpesan , “Setelah tulisan selesai, kita baca-baca dan baca, kemudian tinggal beberapa waktu 1 atau 2 jam baru kita baca lagi.terkadang membutuhkan waktu selama 4 jam dari konsep,koreksi dan sampai jadi. Bahkan membutuhkan waktu3 hari, seperti buku inspirasiku selesai dalam 4 tahun. Pak Uswatun juga menyampaikan pengalamannya saat pertama kali bukunya diterima beliau sangat senang, judulnya adalah Guru Honor Naik Haji.”
Dari sederet pengalaman yang dipaparkan beliau
cukuplah untuk menambah kepecayaan diri kita dalam menulis hingga akhirnya
menjadi sebuah buku.
Semangat Menulis !
Salam Literasi!
Bab 18 Menulis dan Menerbitkan Buku
Pemateri : Onno W. Purbo
Dr. Onno W. Purbo, seorang pekerja keras yang sangat
menyintai kehlainnya yakni pakar Pendidikan dalam bidang Tekhnlogi dan
Informasi, beliau adalah lulusan terbaik ITB pada tahun 1981 dan melanjutkan
studinya di Kanada. Hasil karyanya dapat dinikmati orang
yang selalu membaca
dan mendengarkan setiap pembelajaran nya melalui youtube.com/c/OnnoCenter.
Beliau pun dikenal dengan sebutan bapak internet Indonesia.
Menulis dan menerbitkan buku adalah tantangan bagi
setiap penulis pemula, banyak sekali bisikan- bisikan hingga kendala yang
membuat pupus harapan hingga akhirnya memutuskan berhenti menulis. Kendala seringkali muncul
saat merangkai kata dalam tulisan oleh sebab itu, gunakan lah rumus 5W dan H (what, who, why,when, where dan How).
Menulis buku atau artikel erat kaitannya dengan
mengumpulkan tulisan- tulisan dalam buku lain , membaca beberapa macam buku
lalu di tulis kembali dengan mencantumkan referensinya. Cara lain, awali
tulisan dengan percakapan, dalam arti mengobrol layaknya kepada teman namun
dalam bentuk tulisan, bukan diucapkan. Selain itu, tanpa membaca
tidak akan bisa menulis. Sumber kat-
kata banayk kita peroleh dari banyak membaca, baik itu membaca berita, cerita
fiksi, karya sastra dan masih banyak lagi sumber bacaan yang bisa kita jadikan
referensi dalam membaca hingga akhirnya terkumpul seribu kata dalam benak yang
siap dituangkan dalam bentuk tulisan.
Menerbitkan Buku
Buku berkualitas tidak serta merta menjadi modal utama
bahkan syarat sebuah buku di terbitkan, melainkan terlebih kepada nilai
jualnya, apakah buku itu laku dijual atau tidak. Menurut
pak Onno Buku pelajaran SD atau
cerita anak- anak misalnya, cenderung lebih banyak peminatnya dibandingkan
dengan buku SMA atau buku untuk mahasiswa. Beruntunglah kita sebagai guru
terlebih guru SD karena dapat menulis
buku yang dibutuhkan anak- anak SD, seperti buku pembelajaran atau pegangan
siswa. Guru SD lebih paham apa yang dibutuhkan siswanya dalam belajar dan itu
mempermudah penulis untuk dijadikan bahan tulisannya menjadi sebuah buku.
Selanjutnya yaitu bahasan mengenai buku digital. Buku
ini ditulis menggunakan Microsoft word lalu kemudian disimpan dalam bentuk Pdf.
Bagaimana buku jenis ini agar laku dijual?
Pemasaran buku digital tergantung dari banyaknya
follow up, semakin banyak follow up semakin laku dan akan diterbitkan.
Demikian secara singkat saya jabarkan mengenai apa
saja yang telah disampaikan oleh Pak Onno W. Purbo, semoag dapat diambil
manfaat dan menambah semangat pembaca untuk segera menulis dan menerbitkannya
menjadi sebuah buku.
Semangat Menulis !
Salam Literasi !
Bab 17 Rasa Takut dan Malas dalam Menulis
Pemateri : Catur Nurochman
Oktavian
Pernah merasakan takut akan menulis? Atau malas, atau
merasa menulis itu tidak ada hasilnya, hanya menghabiskan waktu cuma- cuma?
Saya pribadi pernah mengalami hal demikian namun seorang teman membangkitkan
semangatku, hingga akhirnya menemukan grup wa ini yakni grup belajar menulis
bersama Om Jay. Saat itulah saya mulai tegerak dan mulai menulis dengan
semangat.
Kuliah kali ini menambahkan semangat saya dalam
menulis, layaknya motivator, kata- kata beliau memberi motivasi dan inspirasi.
Beliau adalah seorang ketua Departemen Litbang PB PGRI
dan saat ini menjadi redaktur sebuah majalah.
mulai menulis pada tahun 1999,dan
bukunya yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2003, hingga sekarang pak Catur rutin menulis.
Beliau memaparkan mengenai Rasa Takut dan malas adalah dua musuh utama dalam menulis. Dua hal
tersebut harus dikalahkan terlebih dahulu sebelum memulai menulis baik luring
maupun daring.
Rasa Takut. Mulai dari
takut tulisan jelek, khawatir dicela, takut tulisan sudah basi dan takut
lainnya seringkali di alami oleh orang dan akhirnya menghentikan niatnya dalam
menulis, sebenarnya penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood” menungu
mood baik baru menulis itu adalah hal yang tidak ada dalam kamus seorang
penulis. Oleh karena itu, singkirkan terlebih dahulu mood yang hanya menghambat
kinerja otak kita dalam menulis. Beliau menambahkan bahwa Isaac Asimov seorang
penulis fiksi ternama, beliau menulis dengan
sederhana dan apa adanya yakni jadilah
dirimu sendiri ketika menulis,
tidak perlu memaksakan diri dengan menulis sesuatu yang
berlebihan diluar gaya yang kita miliki,
perbanyak membaca dan mempelajari gaya tulisan orang
lain agar kita bisa menemukan gaya tulisan kita sendiri.
Menulis sama halnya seperti berbicara, ketika
berbicara kepad aorang lain tent sedapat mungkin menggunakan bahasa yang mudah
dipahami. Selain itu menulis barang
tentu untuk dibaca, pesan dalam tulisan harus jelas agar dapat dipahami oleh
pembaca dengan tulisan yang sederhana bahasa yang sederhana tidak membuat
kening pembaca berkerut saat membaca tulisan kita.
Awali lah tulisan denga nhal- hal yang kita sukai kita
kuasai tulislah sekali lagi dengan gaya kita yang sederhana dan mampu diterima
oleh pembaca dengan baik.
Semangat menulis!
Salam Literasi!
Bab 16 Belajar Daring SD Wijaya Kusuma
Sebagai
seorang guru di salah satu sekolah yang bernaung di bawah pimpinan yayasan
perusahaan Sawit, saya merasa cukup bangga dengan keadaan dan lingkungan kerja
yang professional, disiplin telah menjadi hal yang lumrah disini , guru adalah
model bagi peserta didiknya, dan itulah mengapa guru dituntut menjadi model
yang baik, memberi contoh yang baik. Sebelum jam 7 guru sudah ada di pintu
depan kelas menanti kehadiran siswa untuk memberi salam ramahnya, bersalaman
mencium tangan dan mempersilakan siswa masuk kelas kemudian duduk tertib sambil
berbincang dengan teman sejawatnya. Ada pula yang memilih bermain terlebih
dahulu di lapangan sekolah, bermain sepakbola, berlarian kejar- kejaran,
adapula yang menanti bel sekolah berbunyi dengan membaca buku di pojok baca.
Kondisi ini tak disangka- sangka tidak akan saya temui lagi akibat corona,
virus covid 19 yang melanda selurh penjuru dunia dengan sangat tak terduga
merubah kebiasaan lama dan karena protokolnya yang kita ketahui bersama demi
terputusnya mata rantai penyebaran virus melalui udara, air liur, benda yang
disentuh dan lain sebagainya,menuntut aturan baru bagi pemerintah untuk menutup
sementara sekolah dan tidak mengijinkan siswa pergi kesekolah demi keamanan
bersama. Guru tetap berangkat ke sekolah memberi tugas kepada siswa di rumah
melalui daring.
Pertengahan
bulan September tahun 2020 Pembelajaran Daring SD Wijaya Kusuma di mulai,
pembelajaran yang dilakukan melalui media online yaitu whatsapp group .Melalui aplikasi ini, masing- masing kelas membuat
grup kelas dan setiap pagi siswa diminta untuk menginformasikan kehadiranny
saat hari itu, lalu guru memberi bimbinagn belajar kepada siswa dibantu dengan
orangtua siswa di rumah untuk mengerjakan tugas berupa modul yang telah diberikan
setiap hari Sabtu ke setiap area dan akan dikumpulkan Sabtu depannya lagi di
tempat yang sama.
Setiap
hari siswa mengerjakan tugas pada modul tersebut dan member laporan hasil
kerjanya melalui foto untuk dikirimkan ke wa wali kelas atau wa grup kelas.
Banyak
sekali kekurangan yang di rasakan dari sistem belajar seperti ini diantaranya
khusus siswakelas satu, kelas yang saya ampuh. Anak- anak bisa dibilang 65%
belum memahami huruf otomatis belum bisa membaca dengan lancar, maka oleh sebab
itu orangtualah yang berperan sanagt
besar alam mengajrkan anaknya di rumah saat ini. Ibu membacakan materinya lalu
anak menghafalkan atau orang tua membacakan soal lalu anak yang menjawab, namun
tidak bisa di pungkiri bahwa beberapa orangtua mengerjakan tugas anaknya agar
memperoleh nilai bagus.
Inilah
kekurangan daring, guru tidak mampu menilai kemampuan siswa sebenarnya, karena
beberapa tugas dikerjakan oleh orangtua siswa, dan hal ini sangat di sayangkan.
Harapan
saya, semoga pandemi ini segera berlalu agar siswa dapat kembali belajar di
sekolah berkumpul kembali dengan teman- teman dan meraih prestasi belajar yang
tinggi.
Semangat
menulis ! Salam Literasi!
Bab 15 Mulailah Menulis
“Jangan Menunggu Ide Datang Lalu Baru
Menulis, Menulislah Dulu Maka Ide Akan Datang Padamu.”
Oleh Budiman Hakim
Menulislah, hal yang berulang kali disampaikan oleh narasumber kali ini yaitu om Jay dengan nama lengkap Wijaya Kusumah, blogger terkenal dengan karyanya yang inspiratif dan mendidik.
Banyak sekali cara yang bisa ditempuh agar terbiasa
menulis dan menyintai kegiatan menulis, yakni
Menulis buku digital atauu buku cetak.
Diawali
dari belajar menulis di grup wa yaitu belajar menulis bersama om Jay, banyak
sekali manfaat yang bisa diperolah seperti pada saat ini, menulis resume
mengenai materi apa saja yang beliau paparkan, dari hal kecil lalu di upoload
pada blog pribadi. Dari hal sederhana inipun sudah tergolong menulis, menulis
hal sederhana namunn bermanfaat bagi pembaca yang mungkin memiliki niat yang
sama yakni ingin menulis buku.
Selain
melalui Wa belajar menulis dapat digunakan dengan berbagai cara seperti, zoom , Workshop Elearning Om jay telah
menjadi narasumber dalam kegiatan menulis untuk memotivasi guru- guru yang ada
di setiap kota hingga 55 kota., cara lain untuk menulis yaitu belajar dengan
menggunakan websiteratu mmebuat blog untuk tempat menuangakn ide- ide serta
karya berupa tulisan sastra, fiksi, cerita pendek.
Pada
akhir pertemuan Om jai menyampaikan
bahwa biasakan menulis,hingga akhirnya itu menjadi hal yang menyengankan
bagimu, menulis adalah cara menyimpan ilmu selamanya.
Semangat
menulis!
Salam
Literasi!
Bab 14 Meraih Gelar Guru Berprestasi
Pemateri
: SIGIT SURYONO,MPd
Mengisahkan
tentang sosok seorang guru , Pak Sigit Suryono yang mengabdikan dirinya mengajar di SMP Negeri 1
Wonosari Gunung Kidul , pernah menjadi Duta Rumah Belajar Tahun 2018 dan
telah berhasil meraih juara 1 dalam
lomba guru prestasi SMP TK Nasional Tahun 2015.
Selain membuat artikel , beritan dan tutorial (web ciget.info dan
inobel.id), selama Sembilan tahun menulis dengan bantuan istri, beliaupun telah
menerbitkan sebuah buku pada tahun 2017 yang merupakan kumpulan cerpen dengan
judul Aku Ingin Mengumpulkan Rembulan dan berhasil menjadi desminator terbaik
literasi SMP tingkat Nasional.
Selanjutnya
bagaimana beliau meraih juara 1 Guru
Prestasi tingkat Nasional tahun 2015, persiapan untuk mengikuti gupres mulai
disiapkan jauh- jauh hari tidak instan yaitu sejak menjadi guru SMP 1 Wonosari,
beliau merekam dari pengalaman senior- senior peserta symposium banyak yang
belum menguasai TIK dan beberapa kurang semangat membuat laporan. Ketika itu
Pak Sigi mengikuti symposium yang
diikuti oleh semua ketua MGMP SMP serta hamper seluruh pengurus bidang studi
yang ada di provinsi DIY, saat itu adalah peluang baginya untuk mempromosikan
diri kepada senior, dengan penuh percaya diri dengan tambahan gelar yang telah
dimiliki yakni S2 jurusan Teknologi Pembelajaran pada tahun 2006.
Pak
Sigit menuturkan bahwa keberhasilan yang
dirasakanny ditunjang oleh pendidikan yang diraihnya dan S2 adalah salah satu
yang menunjang itu dan hal kedua yaitu jurusan yang dipilih beliau pun
tergolong jarang sehingga iya memiliki hal yg berbeda dari yang lain, memiliki
keahlian yang belum dimiliki teman- teman di dunia pendidikan.Berawal dari
simposium itu pak Sigit diminta untuk mengajar powerpoint,flash,blog dan lain
lain di sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Gunung Kidul. Lintas MGMP, dan
juga diminta untuk menjadi trainer di tingkat kabupaten maupau tingkat
propinsi.
Setelah
itu, tidak serta merta keberhasilan yang diraih namun kegagalan demi kegagalan
pun pernah beliau rasakan. Atas kegagalannya, pak Sigit melakukan riset dan
mencari letak kesalah dan kekurangannya hingga akhirnya pada tahun 2009 berhasil
meraih kejuaraan,kabupaten,regional maupun propinsi, walupun 6 kali jadi
finalis tingkat nasional masih belum berhasil, semangat pak Sigit tidak
luntur,untuk menjadi juara pertama
tingkat nasional harus
menpersiapkan diri sebaik-baiknya. Yang kedua
karya yang diikutkan dalam lomba bukan karya yang jadi dalam semalam
perlu proses dan tahapan yang cukup panjang, setahun sebelumnya. Yang
ketiga,jika lolos ke tingkat nasional
karya atau presentasi yang akan dinilai. Keempat,menyiapkan diri secara mental
dan fokus pada lomba. Kelima, saat presentasi fokus pada materi yang
disampaikan,jangan sampai menyimpang dan keluar dari presentase yang sudah kita
siapkan.
Kegagalan-
kegagalan beliau saat itu adalah karena pemaparan yang disampaikan sering
keluar jalur,bukan pokok permasalahan yang disampaikan, namun hanya
menceritakan tentang kegiatannya.
Sungguh
menjadi pengalaman pahit baginya. Dari
sinilah beliau belajar bahwa dalam mengikuti ajang lomba maka
harus evaluasi diri,kalau menang jangan jumawah.
Semangat
menulis
Salam
senang menulis !
Bab 13 Mengajar Gaya Motivator
Pemateri : ARIS AHMAD JAYA as Mr.SUGESTI
Mari kita mengenal sosok pak Aris terlebih dahulu
selain sebagai motivator sekolah- sekolah unggul di Indonesia , beliau adalah pendiri
CEO di lembaga Abco Sugesti Motivatindo yang bergerak dibudang motivasi dan
konsultan bagi sekolah- sekolah unggul di Indonesia untuk menemukan kekhasan
dan kekhususan sekolah tersebut.
Terlahir di Pati,23 Februari
1974.Pernah menjadi mahasiswa di
universitas ternama di Indonesia yaitu IPB dan UGM. Beliau memperoleh gelar
Dokter Hewan pada tahun 2000 di Institut
Pertanian Bogor dan pada tahun 2015 memperoleh
gelar Magister Manegemen di
UINK Bogor.
Telah berhasil menerbitkan beberapa buku best seller diantaranya 30 Hari Mencari Jati Diri yang telah
terjual 45000 eksemplar, LOVE
TOUCH PARENTING, QUATOS Auto Sugesti Power,Endophin Teacher,Spirith of Succces dan
buku lainnya.
Pada
kuliah online bersama Om Jay malam ini Pak Aris Ahmad Jaya
menjelaskan tentang Mengajar
Gaya Motivator.
Beliau
memulai dengan pernyataan menarik yaitu, guru itu ada dua jenis
, guru
betulan dan guru kebetulan.
1.
Guru
Betulan
Seseorang
yang benar- benar dari awal ingin
menjadi pengajar bahkan sudah menjadi cita- citanya sejak di bangku
sekolah, guru betulan adalah guru yang diidamkan karena memiliki sinergi dalam
mengajar untuk bertemu dengan siswa, menularkan ilmu yang dimilikinya.
2.
Guru
Kebetulan
Sosok
guru ini sangat sering ditemukan , kebetulam ada lowongan mengajar daripada
tidak ada pekerjaan maka memilih menjadi guru, tidak ada yang menyalahkan
menjadi guru kebetulan jika mau belajar dengan sungguh- sungguh dan mengabdi
hingga akhirnya menjadi guru betulan. Semua kembali kepada niat. Terkadang guru
kebetulan pun lambat laun menyintai profesinya melalui proses yang benar.
Sekarang
yang menjadi sorotan adalah bukan persoalan menjadi guru kebetulan atau betulan
namun apabila guru tersebut menyesali dirinya sebagai guru. Oleh karena itu,
Pak Aris akan memotivasi guru malam ini agar menjadi guru betulan yang dicintai, menginspirasi, menarik dan
menyenangkan.
Jarang sekali diketahui bahwa guru terbagi menjadi
tiga tipe berdasarkan kinerjanya, yaitu guru
nyasar, bayar, dan sadar. Guru Nyasar, guru yang tidak memiliki arah dan
tujuan, dan kurang bersinergi, tidak heran pembelajaran yang dibawakan pun akan
membosankan dan memgurangi semangat belajar siswa. Mata pelajaran yang
dibawakan oleh guru yang bersangkutan cenderung dibenci siswa dan hal ini
sangat menyedihkan. Guru Bayar, bekerja semata- mata karena uang, dia akan bekerja jika
ada bayaran saja. Guru yang tidak konsisten semangat mengajarnya, ketika
tanggal muda setelah gajian
semangat, karena finansial tercukupi, namun terkadang karena
merasa
bahwa pekerjaan tidak menjajikan
akan muncul rasa yang menyedihkan putus asa karena tidak mampu memenuhi kebutuhanya sehari –hari. Figur ini pun tidak akan mampu
mengisnpirasi siswa.
Guru Sadar adalah
seorang guru yang kehadirannya dinantikan
oleh para siswa, begitupun pelajaran yang dia ajarkan sudah tentu akan disukai
siswa. Segala yang disampaikan oleh figure guru ini akan tertanam dalam benak
siswa secara sadar atau tidak dia bagaikan motivator bagi para siswa.
Mengajar gaya motivator adalah teknik bagaimana
menjadi seorang guru sadar, menyadari dari hati bahwa guru adalah pekerjaan
yang mulia, yang tidak didasari uang semata melainkan niat yang tulus untuk
mencerdaskan anak bangsa, niat beribadah berbgai ilmu dan niat menebar kebaikan
melalui ilmu yang diajarkan.
Berikutnya
Mr Sugesti menyebutkan
tentang lima langkah Mengajar Gaya
Motivatur, yang pertama yaitu jadilah guru yang menarik dan menyenangkan, guru yang menarik selalu dapat mengerti siswanya
bukan guru meminta siswa yang mengerti pada gurunya. Temukan Titik Lebihnya
Temukan nilai unggulnya, setiap
siswa memiliki kelebihan tersendiri dan hal itu layak untuk dibanggakan, hargai
hal- hal yang kecil, selalu memberi motivasi agar bisa mengembangkan bakat
minat anak. Menemukan nilai tambah dalam
artian menjadikan siswa berprestasi di bidangnya, seperti halnya seorang siswa
yang berbakat menyanyi maka diupayakan untuk mengikuti lomba vocal solo atay grup,
dia akan merasa bangga akan bakatnya. Libatkan Meraka jadi bagian dari pemain, maksudnya adalah melibatkan siswa dengan cara
menggunakan idea tau gagsan yang mereka sampaikan pada rapat kelas seperti,
aturan kelas, bagaiman seharusnya siswa bersikap saat bel sudah berbunyi,
membuat aturan baru mengenai rumah baca, dan lain sebagainya, Memberikan Label Positif, memberikan
label ketika menjadi guru kita memberikan ucapan suka mengajar kalian karena kelas yang luar biasa, hebat,antusias,karena kelas kompak
maka kelas ini diberi nama kelas lebah,supaya menjadi mampu meniru cara hidup
lebah, maka akan membangun persepsi, kata- kata
yang baik akan mempengaruhi pola kehidupan.
Gunakanlah Bahasa Cinta yang
Cerdas
Seorang Guru akan mendapatkan Cinta dari Anak
Didiknya.
5
Bahasa Cinta yang layak Anda pelajari dan Praktekkan.
Silahkan
lihat penjelasan satu per satu dari Bahasa Sentuhan Cinta.
1.
https://youtu.be/UAZ02bxlzyM
Bahasa
cinta APRESIASI.
2.
https://youtu.be/39raqyvipcE
Bahasa
Cinta KOMITMEN dan Keteladanan
3.
https://youtu.be/AdXLTi1-pPs
Bahasa
Cinta TEMUKAN KEUNGGULAN SISWA
4.
https://youtu.be/U8uyPVhRFTQ
Bahasa
Cinta HUBUNGAN INTERPERSONAL
5.
https://youtu.be/xVBnh4TsPgw
Bahasa
Cinta HARGAI HAL HAL KECIL
Semangat
Menulis!
Salam
literasi !
Bab 12 Karya Inovasi & Kualitas Diri
Pemateri : Bapak Tri Agus Cahyono
Mengawali karir sebagai seorang guru di SD Negeri Belik Tepus Kecamatan Tepus, Gunung kidul tidak mematahkan semangat bapak Tri untuk selalu
berprestasi. Lahir di Pacitan, 22 Agustus 1982,
Beliau menamatkan
pendidikan terakhir Program Studi Pacsasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
(UNY) jurusan Magister Pendidikan Dasar-IPA tahun 2015 melalui beasiswa P2TK
Dikdas dengan predikat Cum Laude. Aktif sebagai ketua KKG Gugus V Purwodadi,
Tepus Gunungkidul, DIY.
Sederet penghargaan beliau raih diantaranya sebagai Guru Berdedikasi Daerah Khusus TK. Nasional Tahun 2016, Juara I Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran TK.
Nasional Tahun 2016 kategori MIPA, Penghargaan Short Course ke Jepang Tahun 2017, Finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) TK. Nasional Guru Kelas SD Tahun 2018 dan Finalis Guru Berdedikasi TK Nasional SD 2019.
Beliau akan berbagi ilmu melalui pengalaman-
pengalaman inspiratif dengan tema “ Karya Inovasi &
Kualitas Diri"
Berdasarkan
taksonomi Bloom yang
telah direvisi oleh Krathwool, Karya
inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses berfikir. Jadi ketika kita
menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati
tahapan- tahapan berfikir kognitif, yakni
1.
Mengingat (C1)
2.
Memahami (C2)
3.
Menerapkan (C3)
4.
Menganalisa
(C4)
5.
Mengevaluasi (C5)
6.
Menciptakan (C6)
Dalam menciptakan karya
inovasi harus belajar menguasai materi keilmuan dari karya tersebut. Sebagai contoh ketika final
lomba Karya Inobel, yang dinilai bukan hanya tertuju pada karya
tersebut akan tetapi bagaimana penciptanya memahami, menerapkan menganalisis karyanya tersebut ,
si inovator akan ditelisik oleh dewan juri
melalui presentasi dan tanya-jawab.
Cara kita belajar untuk
meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi
adalah dengan bekerja.
Setelah semua tahapan dilalui akan muncul rasa
ketidakpuasaan akan sesuatu dan di sinilah muncul daya cipta manusia untuk
menciptakan sesuatu yang baru untuk berinovasi dengan tidak mengabaikan empat
hal yakni : "APIK"
1.
Asli (karya sendiri)
2.
Perlu (berguna )
3.
Inovativ
4.
Konsisten
Beliau melanjutkan dengan kisah mengenai pengalaman
berinovasi dan telah memperoleh penghargaan inobel 2016 dengan media
“Planetarium Bekam”. Media ini adalah hasil dari ketidakpuasaan terhadap media
konvensional yang selama ini kami gunakan yaitu globe. Ketika
menggunakan globe dalam pembelajaran IPA untuk menerangkan materi pergerakan
Bumi & Bulan, anak dipaksa berfikir secara
abstrak. Terdapat kesulitan ketika
anak membandingkan globe yang
diperagakan dengan lampu senter lalu
menghubungkan dengan kejadian nyata antara Bumi, matahari,
dan bulan. Disinilah
ketidakpuasan terhadap globe muncul, Kita analisis kelebihan dan kekurangan
globe dalam menjelaskan materi tersebut.
Kelebihan yang dimiliki ialah model yang paling sesuai, mudah digunakan dan
tersedia di sekolah . Kekurangan pada media ini adalah tidak bisa menampilkan
bagaimana penampakan langit dari bumi
saat di peragakan. Khusus
pada gerak semu atau bukan gerak sebenarnya anak sangat kesulitan untuk
menerima konsep tersebut
Selama bertahun- tahun penggunaan globe sebagai media
bisa dibilang mengecewakan, karena anak-anak nampak tidak termotivasi dan
berpengaruh pada prestasi belajar mereka yang kurang memuaskan.
Saya simpulkan dengan yakin bahwa motivasi sangat
berpengaruh keberhasilan dan prestasi, dan melalui inovasi yakni media
“Planetarium Bekam”dapat lebih mempermudah observasi dan menambah motivasi
belajar siswa.
Semangat guru memuncak setelah mengikuti kuliah beliau
malam itu, semangat berkarya semangat berinovasi.
Semangat Menulis dan Berkarya !
Salam Literasi
Jatuh Bersama Hujan
dingin gelap berselimut seiring tetesan air jatuh kala itu sejuknya melelapkan mata yang lelah gemuruh terdengar seketika menutup telinga li...
-
benar adanya.. saat petir dan rintik bersautan.. ada keindahan berselimut suram.. indah kilatnya.. mendahului suara. lihatlah dari sudut pan...
-
wahai banggaku tidakkah kau malu berdiri tegak bag ratu dengan tatapan sombong duduk nyaman disinggasana empuk menumpuk karya dan harta d...
-
“ Jangan Menunggu Ide Datang Lalu Baru Menulis, Menulislah Dulu Maka Ide Akan Datang Padamu.” Oleh Budiman Hakim Menulislah, hal y...