Saturday, October 3, 2020

Bab 17 Rasa Takut dan Malas dalam Menulis

Pemateri : Catur Nurochman Oktavian

 

Pernah merasakan takut akan menulis? Atau malas, atau merasa menulis itu tidak ada hasilnya, hanya menghabiskan waktu cuma- cuma? Saya pribadi pernah mengalami hal demikian namun seorang teman membangkitkan semangatku, hingga akhirnya menemukan grup wa ini yakni grup belajar menulis bersama Om Jay. Saat itulah saya mulai tegerak dan mulai menulis dengan semangat.

 

Kuliah kali ini menambahkan semangat saya dalam menulis, layaknya motivator, kata- kata beliau memberi motivasi dan inspirasi. Beliau adalah seorang ketua Departemen Litbang PB PGRI dan saat ini menjadi redaktur sebuah majalah. mulai  menulis pada tahun 1999,dan bukunya yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2003, hingga sekarang pak Catur rutin menulis.

 

Beliau memaparkan mengenai Rasa Takut dan malas adalah dua musuh utama dalam menulis. Dua hal tersebut harus dikalahkan terlebih dahulu sebelum memulai menulis baik luring maupun daring.

 

Rasa Takut. Mulai dari  takut tulisan jelek, khawatir dicela, takut tulisan sudah basi dan takut lainnya seringkali di alami oleh orang dan akhirnya menghentikan niatnya dalam menulis, sebenarnya penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood” menungu mood baik baru menulis itu adalah hal yang tidak ada dalam kamus seorang penulis. Oleh karena itu, singkirkan terlebih dahulu mood yang hanya menghambat kinerja otak kita dalam menulis. Beliau menambahkan bahwa Isaac Asimov seorang penulis fiksi ternama, beliau menulis dengan sederhana dan apa adanya yakni jadilah dirimu sendiri ketika menulis, tidak perlu memaksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan diluar gaya yang kita miliki, perbanyak membaca dan mempelajari gaya tulisan orang lain agar kita bisa menemukan gaya tulisan kita sendiri.

 

Menulis sama halnya seperti berbicara, ketika berbicara kepad aorang lain tent sedapat mungkin menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Selain itu  menulis barang tentu untuk dibaca, pesan dalam tulisan harus jelas agar dapat dipahami oleh pembaca dengan tulisan yang sederhana bahasa yang sederhana tidak membuat kening pembaca berkerut saat membaca tulisan kita.

 

Awali lah tulisan denga nhal- hal yang kita sukai kita kuasai tulislah sekali lagi dengan gaya kita yang sederhana dan mampu diterima oleh pembaca dengan baik.

 

 

 

Semangat menulis!

Salam Literasi! 

No comments:

Post a Comment

Jatuh Bersama Hujan

dingin gelap berselimut seiring tetesan air jatuh kala itu sejuknya melelapkan mata yang lelah gemuruh terdengar seketika menutup telinga li...