Pemateri
: SIGIT SURYONO,MPd
Mengisahkan
tentang sosok seorang guru , Pak Sigit Suryono yang mengabdikan dirinya mengajar di SMP Negeri 1
Wonosari Gunung Kidul , pernah menjadi Duta Rumah Belajar Tahun 2018 dan
telah berhasil meraih juara 1 dalam
lomba guru prestasi SMP TK Nasional Tahun 2015.
Selain membuat artikel , beritan dan tutorial (web ciget.info dan
inobel.id), selama Sembilan tahun menulis dengan bantuan istri, beliaupun telah
menerbitkan sebuah buku pada tahun 2017 yang merupakan kumpulan cerpen dengan
judul Aku Ingin Mengumpulkan Rembulan dan berhasil menjadi desminator terbaik
literasi SMP tingkat Nasional.
Selanjutnya
bagaimana beliau meraih juara 1 Guru
Prestasi tingkat Nasional tahun 2015, persiapan untuk mengikuti gupres mulai
disiapkan jauh- jauh hari tidak instan yaitu sejak menjadi guru SMP 1 Wonosari,
beliau merekam dari pengalaman senior- senior peserta symposium banyak yang
belum menguasai TIK dan beberapa kurang semangat membuat laporan. Ketika itu
Pak Sigi mengikuti symposium yang
diikuti oleh semua ketua MGMP SMP serta hamper seluruh pengurus bidang studi
yang ada di provinsi DIY, saat itu adalah peluang baginya untuk mempromosikan
diri kepada senior, dengan penuh percaya diri dengan tambahan gelar yang telah
dimiliki yakni S2 jurusan Teknologi Pembelajaran pada tahun 2006.
Pak
Sigit menuturkan bahwa keberhasilan yang
dirasakanny ditunjang oleh pendidikan yang diraihnya dan S2 adalah salah satu
yang menunjang itu dan hal kedua yaitu jurusan yang dipilih beliau pun
tergolong jarang sehingga iya memiliki hal yg berbeda dari yang lain, memiliki
keahlian yang belum dimiliki teman- teman di dunia pendidikan.Berawal dari
simposium itu pak Sigit diminta untuk mengajar powerpoint,flash,blog dan lain
lain di sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Gunung Kidul. Lintas MGMP, dan
juga diminta untuk menjadi trainer di tingkat kabupaten maupau tingkat
propinsi.
Setelah
itu, tidak serta merta keberhasilan yang diraih namun kegagalan demi kegagalan
pun pernah beliau rasakan. Atas kegagalannya, pak Sigit melakukan riset dan
mencari letak kesalah dan kekurangannya hingga akhirnya pada tahun 2009 berhasil
meraih kejuaraan,kabupaten,regional maupun propinsi, walupun 6 kali jadi
finalis tingkat nasional masih belum berhasil, semangat pak Sigit tidak
luntur,untuk menjadi juara pertama
tingkat nasional harus
menpersiapkan diri sebaik-baiknya. Yang kedua
karya yang diikutkan dalam lomba bukan karya yang jadi dalam semalam
perlu proses dan tahapan yang cukup panjang, setahun sebelumnya. Yang
ketiga,jika lolos ke tingkat nasional
karya atau presentasi yang akan dinilai. Keempat,menyiapkan diri secara mental
dan fokus pada lomba. Kelima, saat presentasi fokus pada materi yang
disampaikan,jangan sampai menyimpang dan keluar dari presentase yang sudah kita
siapkan.
Kegagalan-
kegagalan beliau saat itu adalah karena pemaparan yang disampaikan sering
keluar jalur,bukan pokok permasalahan yang disampaikan, namun hanya
menceritakan tentang kegiatannya.
Sungguh
menjadi pengalaman pahit baginya. Dari
sinilah beliau belajar bahwa dalam mengikuti ajang lomba maka
harus evaluasi diri,kalau menang jangan jumawah.
Semangat
menulis
Salam
senang menulis !
No comments:
Post a Comment