Saturday, October 3, 2020

Bab 14 Meraih Gelar Guru Berprestasi

 

Pemateri : SIGIT SURYONO,MPd

 

Mengisahkan tentang sosok seorang guru , Pak Sigit Suryono yang  mengabdikan dirinya mengajar di SMP Negeri 1 Wonosari Gunung Kidul , pernah menjadi Duta Rumah Belajar Tahun 2018 dan telah  berhasil meraih juara 1 dalam lomba guru prestasi SMP TK Nasional Tahun 2015.  Selain membuat artikel , beritan dan tutorial (web ciget.info dan inobel.id), selama Sembilan tahun menulis dengan bantuan istri, beliaupun telah menerbitkan sebuah buku pada tahun 2017 yang merupakan kumpulan cerpen dengan judul Aku Ingin Mengumpulkan Rembulan dan berhasil menjadi desminator terbaik literasi SMP tingkat Nasional.

Selanjutnya bagaimana beliau meraih  juara 1 Guru Prestasi tingkat Nasional tahun 2015, persiapan untuk mengikuti gupres mulai disiapkan jauh- jauh hari tidak instan yaitu sejak menjadi guru SMP 1 Wonosari, beliau merekam dari pengalaman senior- senior peserta symposium banyak yang belum menguasai TIK dan beberapa kurang semangat membuat laporan. Ketika itu Pak Sigi mengikuti  symposium yang diikuti oleh semua ketua MGMP SMP serta hamper seluruh pengurus bidang studi yang ada di provinsi DIY, saat itu adalah peluang baginya untuk mempromosikan diri kepada senior, dengan penuh percaya diri dengan tambahan gelar yang telah dimiliki yakni S2 jurusan Teknologi Pembelajaran  pada tahun 2006.

Pak Sigit menuturkan bahwa keberhasilan  yang dirasakanny ditunjang oleh pendidikan yang diraihnya dan S2 adalah salah satu yang menunjang itu dan hal kedua yaitu jurusan yang dipilih beliau pun tergolong jarang sehingga iya memiliki hal yg berbeda dari yang lain, memiliki keahlian yang belum dimiliki teman- teman di dunia pendidikan.Berawal dari simposium itu pak Sigit diminta untuk mengajar powerpoint,flash,blog dan lain lain di sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Gunung Kidul. Lintas MGMP, dan juga diminta untuk menjadi trainer di tingkat kabupaten maupau tingkat propinsi.

 

Setelah itu, tidak serta merta keberhasilan yang diraih namun kegagalan demi kegagalan pun pernah beliau rasakan. Atas kegagalannya, pak Sigit melakukan riset dan mencari letak kesalah dan kekurangannya hingga akhirnya pada tahun 2009 berhasil meraih kejuaraan,kabupaten,regional maupun propinsi, walupun 6 kali jadi finalis tingkat nasional masih belum berhasil, semangat pak Sigit tidak luntur,untuk menjadi juara pertama  tingkat nasional  harus menpersiapkan diri sebaik-baiknya. Yang kedua  karya yang diikutkan dalam lomba bukan karya yang jadi dalam semalam perlu proses dan tahapan yang cukup panjang, setahun sebelumnya. Yang ketiga,jika lolos ke tingkat  nasional karya atau presentasi yang akan dinilai. Keempat,menyiapkan diri secara mental dan fokus pada lomba. Kelima, saat presentasi fokus pada materi yang disampaikan,jangan sampai menyimpang dan keluar dari presentase yang sudah kita siapkan.

 

Kegagalan- kegagalan beliau saat itu adalah  karena pemaparan yang disampaikan sering keluar jalur,bukan pokok permasalahan yang disampaikan, namun hanya menceritakan tentang kegiatannya. Sungguh menjadi pengalaman pahit baginya. Dari sinilah beliau belajar bahwa dalam mengikuti ajang lomba maka harus evaluasi diri,kalau menang jangan jumawah.

 

 

Semangat menulis

Salam senang menulis !

No comments:

Post a Comment

Jatuh Bersama Hujan

dingin gelap berselimut seiring tetesan air jatuh kala itu sejuknya melelapkan mata yang lelah gemuruh terdengar seketika menutup telinga li...