Saturday, October 3, 2020

Bab 16 Belajar Daring SD Wijaya Kusuma

 

Sebagai seorang guru di salah satu sekolah yang bernaung di bawah pimpinan yayasan perusahaan Sawit, saya merasa cukup bangga dengan keadaan dan lingkungan kerja yang professional, disiplin telah menjadi hal yang lumrah disini , guru adalah model bagi peserta didiknya, dan itulah mengapa guru dituntut menjadi model yang baik, memberi contoh yang baik. Sebelum jam 7 guru sudah ada di pintu depan kelas menanti kehadiran siswa untuk memberi salam ramahnya, bersalaman mencium tangan dan mempersilakan siswa masuk kelas kemudian duduk tertib sambil berbincang dengan teman sejawatnya. Ada pula yang memilih bermain terlebih dahulu di lapangan sekolah, bermain sepakbola, berlarian kejar- kejaran, adapula yang menanti bel sekolah berbunyi dengan membaca buku di pojok baca. Kondisi ini tak disangka- sangka tidak akan saya temui lagi akibat corona, virus covid 19 yang melanda selurh penjuru dunia dengan sangat tak terduga merubah kebiasaan lama dan karena protokolnya yang kita ketahui bersama demi terputusnya mata rantai penyebaran virus melalui udara, air liur, benda yang disentuh dan lain sebagainya,menuntut aturan baru bagi pemerintah untuk menutup sementara sekolah dan tidak mengijinkan siswa pergi kesekolah demi keamanan bersama. Guru tetap berangkat ke sekolah memberi tugas kepada siswa di rumah melalui daring.

Pertengahan bulan September tahun 2020 Pembelajaran Daring SD Wijaya Kusuma di mulai, pembelajaran yang dilakukan melalui media online yaitu whatsapp group .Melalui aplikasi ini, masing- masing kelas membuat grup kelas dan setiap pagi siswa diminta untuk menginformasikan kehadiranny saat hari itu, lalu guru memberi bimbinagn belajar kepada siswa dibantu dengan orangtua siswa di rumah untuk mengerjakan tugas berupa modul yang telah diberikan setiap hari Sabtu ke setiap area dan akan dikumpulkan Sabtu depannya lagi di tempat yang sama.

Setiap hari siswa mengerjakan tugas pada modul tersebut dan member laporan hasil kerjanya melalui foto untuk dikirimkan ke wa wali kelas atau wa grup kelas.

Banyak sekali kekurangan yang di rasakan dari sistem belajar seperti ini diantaranya khusus siswakelas satu, kelas yang saya ampuh. Anak- anak bisa dibilang 65% belum memahami huruf otomatis belum bisa membaca dengan lancar, maka oleh sebab itu orangtualah yang berperan  sanagt besar alam mengajrkan anaknya di rumah saat ini. Ibu membacakan materinya lalu anak menghafalkan atau orang tua membacakan soal lalu anak yang menjawab, namun tidak bisa di pungkiri bahwa beberapa orangtua mengerjakan tugas anaknya agar memperoleh nilai bagus.

Inilah kekurangan daring, guru tidak mampu menilai kemampuan siswa sebenarnya, karena beberapa tugas dikerjakan oleh orangtua siswa, dan hal ini sangat di sayangkan.

Harapan saya, semoga pandemi ini segera berlalu agar siswa dapat kembali belajar di sekolah berkumpul kembali dengan teman- teman dan meraih prestasi belajar yang tinggi.

 

Semangat menulis !  Salam Literasi!

No comments:

Post a Comment

Jatuh Bersama Hujan

dingin gelap berselimut seiring tetesan air jatuh kala itu sejuknya melelapkan mata yang lelah gemuruh terdengar seketika menutup telinga li...