Saturday, October 3, 2020

Bab 20 Motivasi Menulis Setiap Hari

 

Bapak Dadang Kadarusman alah seorang guru sekolah dasar, kecintaan beliau dalam membaca berawal saat ayahnya yang selalu membawakan buku-buku bacaan. Dari kesukaannya inilah beliau berkeinginan untuk menjadi penulis, mulai dari bangku SD sudah mulai mennulis dan aktif mengikuti lomba- lomba sejak SMP. Kini,  sebagai sseorang motivator terkenal Indonesia dan Pembicara Nasional belaiu telah dipercaya penerbit sejak sepuluh tahun yang lalu jadi menghabisksan tiga puluh tahun sejak SD hingga akhirnya berhasil menerbitkan buku. Beliau menuturkan bahwa pada jaman dulu sangat sulit untuk meneerbitkan buku karena penerbit sedikit dan mereka memiliki bargaining power yang sangat tinggi, hingga sulit ditembus. Sekarang ada banyak penerbit bahkan menerbitkanbuku sendiripun bisa.

 

Tidak jauh dari pembahasan mengenai tulisan, saya akan berbagi apa saja yang dapat menjadi motivasi kita menulis setiap hari.

Narasumber memaparkan, mengapa kita menulis setiap hari, karena pembiasaan itu syarat mutlak agar menajdi mahir, ala bisa karena biasa, dalam arti melakukan sesuatu setiap hari maka akan terbiasa dengan hal tersebut. Menulis setiap hari itu menjaga keselarasan antara otot- otot tubuh dan jiwa. Saat sudah terbiasa menulis, apapun yang dilihat selalu ada keinginan untuk menjabarkannya dalam bentuk tulisan, hal ini terjadi scara otomatis begitupun ketika melaraskan sesuatu.

 

Seseorang yang tidak terbiasa menulis ,akan menyimpan ide- ide atau perasaan dan menggantinya dengan menceritakan hal tersbut kepada orang lain alih- alih dari pada menulis. Namun sebaliknya, jika suka menulis maka terbiasa mencuahkan segalanya melalui tulisan bertemankan selembar kertas jika sedang ingin menulis dengan pena atau ambil smartphone dan ketik segala hal yang ingin dsampaikan melalui tulisan.

 

Menulis setiap hari dan terbiasa menulis akan menjadi pribadi yang sehat. Seorang penulis sejati, akan menulis naskah bukunta sendiri tanpa bantuan orang lain, mengasah kemampuan dengan cara berkomitmen untuk tidak melewatkan seharipun dalam hidupnya untuk menulis,  jadi jika kita akan bersungguh- sungguh ingin menjadi penulis sejati, maka berkomitmenlah menulis setiap hari.

Tulisan tersebut dapat dimuat di blog berupa artikel bebas, yang mudah dipahami dengan bahasa yang sederhana. Bagaimana jika tidak ada yang membaca? Tidak sedikit orang berhenti menulis karena feedbacknya negatif, yang penting menulis dulu. Kalau sudah memenuhi standar minimal untuk dibaca orang lain harus yakin tulisan kita akan  dibaca. Selalu semangatlah karena tidak ada upaya yang sia- sia.

Pada akhir pertemuan pak Dadang memberi pesan bahwa menulis itu adalah untuk diri kita sendiri. Bukan untuk orang lain. Jadi, berikanlah yang terbaik kepada tulisan kita sendiri. Sehingga memperoleh yang terbaik pula nantinya dari karya tersebut .

 

Sedangkan para pembaca, adalah pihak yang ikut menikmati manfaatnya. Dengan begitu, maka lewat tulisan, kita dapat  menjadi pribadi yang lebih baik terlebih dahulu. Sambil mengajak orang lain untuk menemani perjalanan menuju perbaikan diri melalui tulisan kita. Jadi,  teruslah menulis. Karena dengan menulis, engkau melayani diri sendiri dan memberi manfaat kepada orang lain.

 

 

Semangat Menulis !

Salam Literasi!

 

No comments:

Post a Comment

Jatuh Bersama Hujan

dingin gelap berselimut seiring tetesan air jatuh kala itu sejuknya melelapkan mata yang lelah gemuruh terdengar seketika menutup telinga li...