Bapak
Dadang Kadarusman alah seorang
guru sekolah dasar, kecintaan beliau dalam membaca berawal saat ayahnya yang
selalu membawakan buku-buku bacaan. Dari kesukaannya inilah beliau berkeinginan
untuk menjadi penulis, mulai dari bangku SD sudah mulai mennulis dan aktif
mengikuti lomba- lomba sejak SMP. Kini, sebagai
sseorang motivator
terkenal Indonesia dan Pembicara Nasional
belaiu telah dipercaya penerbit sejak sepuluh tahun yang lalu jadi
menghabisksan tiga puluh tahun sejak SD hingga akhirnya berhasil menerbitkan
buku. Beliau menuturkan bahwa pada jaman dulu sangat sulit untuk meneerbitkan
buku karena penerbit sedikit dan mereka memiliki bargaining power yang sangat
tinggi, hingga sulit ditembus. Sekarang ada banyak penerbit bahkan
menerbitkanbuku sendiripun bisa.
Tidak jauh dari pembahasan mengenai tulisan, saya akan berbagi apa saja yang dapat menjadi motivasi kita menulis setiap hari.
Narasumber memaparkan, mengapa kita menulis setiap
hari, karena pembiasaan itu syarat mutlak agar menajdi mahir, ala bisa karena
biasa, dalam arti melakukan sesuatu setiap hari maka akan terbiasa dengan hal
tersebut. Menulis setiap hari itu menjaga keselarasan antara otot- otot tubuh
dan jiwa. Saat sudah terbiasa menulis, apapun yang dilihat selalu ada keinginan
untuk menjabarkannya dalam bentuk tulisan, hal ini terjadi scara otomatis
begitupun ketika melaraskan sesuatu.
Seseorang yang tidak terbiasa menulis ,akan menyimpan
ide- ide atau perasaan dan menggantinya dengan menceritakan hal tersbut kepada
orang lain alih- alih dari pada menulis. Namun sebaliknya, jika suka menulis maka
terbiasa mencuahkan segalanya melalui tulisan bertemankan selembar kertas jika
sedang ingin menulis dengan pena atau ambil smartphone dan ketik segala hal
yang ingin dsampaikan melalui tulisan.
Menulis setiap hari dan terbiasa menulis akan menjadi
pribadi yang sehat. Seorang penulis sejati, akan menulis naskah bukunta sendiri
tanpa bantuan orang lain, mengasah kemampuan dengan cara berkomitmen untuk tidak
melewatkan seharipun dalam hidupnya untuk menulis, jadi jika kita akan bersungguh- sungguh ingin
menjadi penulis sejati, maka berkomitmenlah menulis setiap hari.
Tulisan tersebut dapat dimuat di blog berupa artikel
bebas, yang mudah dipahami dengan bahasa yang sederhana. Bagaimana jika tidak
ada yang membaca? Tidak sedikit orang
berhenti menulis karena feedbacknya negatif, yang penting menulis dulu. Kalau sudah memenuhi
standar minimal untuk dibaca orang
lain harus yakin tulisan
kita akan dibaca.
Selalu semangatlah karena tidak ada upaya yang sia- sia.
Pada akhir pertemuan pak Dadang memberi pesan bahwa menulis itu adalah untuk diri kita sendiri. Bukan untuk orang lain. Jadi, berikanlah yang terbaik kepada tulisan kita sendiri. Sehingga memperoleh yang terbaik pula nantinya dari karya tersebut .
Sedangkan
para pembaca, adalah pihak yang ikut menikmati manfaatnya. Dengan begitu, maka
lewat tulisan, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik terlebih
dahulu. Sambil mengajak orang lain untuk menemani perjalanan menuju perbaikan
diri melalui tulisan kita.
Jadi, teruslah menulis. Karena dengan menulis,
engkau melayani diri sendiri dan memberi manfaat kepada orang lain.
Semangat Menulis !
Salam Literasi!
No comments:
Post a Comment