Namun bukan kakapar itu yang saya maksud kali ini,melainkan Ka Ka Par (Kata Kalimat dan Paragraf).
Apa itu KaKaPar?
Resume kali ini sangat menarik perhatianku walau sederhana ilmunya namun berpengaruh besar terhadap ilmu tulis menulis mulai dari tulisan sederhama hingga kompleks.
Diawali dengan memperkenalkan dirinya sang nara sumber inspiratif yakni Pak Imam Futri Rahmadi seorang dosen Universitas Pamulang yang saat ini sedang antusiasnya belajar di Austria. Beliau pernah menerbitkan sebuah buku semasa kuliah S1 di UIN Jakarta yang akhirnya tertarik untuk menekuni penulisan akademik.
Ungkap beliau, semua orang sejatinya bisa menulis dengan tujuannya masing-masing beberapa menulis status pada facebook,whatsapp, bahkan sebagian yang lain sekedar menulis keterangan pada gambar yg diuploadnya dalam instagram.
Bagi saya pribadi menulis itu memindahkan ucap dan pikir menjadi huruf yang terangkai dengan sendirinya mengikuti rasa.Menulis adalah karya seni yang indah.
Saking indahnya,saya sangat bersemangat untuk membagi rahasia dasar menulis yang saya rangkum dari kuliah Pak Imam Firti Rahmadi malam itu di grup menulis WA.
3 Rahasia Dasar Menulis: Ka Ka Par (Kata Kalimat dan Paragraf akan saya kupas sebagai berikut:
1.Kata
Menulis tidak lepas dari kata oleh sebab itu pemilihan kata atau diksi adalah rahasia dasar yang utama dalam menulis.
Diksi yang digunakan berdasarkan jenis tulisan yaitu personal,formal atau akademik.
Sebagai contoh pemilihan kata ngobrol - ngbrol untuk dituangkan dalam tulisan personal namun berbeda untuk jenis akademik lebih tepatnya menggunakan diksi berdiskusi. Keduanya memiliki makna sama namun berdasarkan situasi yang berbeda.
Saya pribadi menekankan bahwa perhatikanlah kepantasan dalam pemilihan kata.
2.Kalimat
Dari kata akan terbentuk kalimat, dan kalimat adalah rahasia kedua dari dasar menulis.Pak Imam menjelaskan bahwa
agar tidak monoton kalimat yang baik tentunya sesuai dengan Subjek, Predikat,Objek lalu dikembangkan dalam bentuk kalimat majemuk.
Kalimat majemuk yakni setara, rapatan, bertingkat, dan campuran.
Namun seringkali hal itu dianggap rumit maka terdapat rumus yang lebih mudah yaitu awali kalimat dari yang sederhana,lalu diolah menjadi beberapa gabungan kalimat, dari kalimat gabungan tersebut disatukan dengan kalimat komplek menjadi kalimat campuran yang bertujuan untuk memudahkan pembaca memahami isi tulisan tersebut.
3.Paragraf
Paragraf terbentuk dari kumpulan kalimat yang memiliki satu kalimat topik (induk kalimat) sebagai ide pokok dan beberapa kalimat pendukung atau penjelas (anak kalimat).
Terdapat dua jenis paragraf yakni :
1.Paragraf deduktif, dengan ciri topik pada kalimat terdapat pada kalimat pertama dan kalimat penjelasnya dimulai dari hal umum ke khusus.
Seringkali pembaca lebih mudah memahami dan memperoleh ide pokok apabila gagasa utama dalam kalimat terdalat di awal kalimat.
2.Paragraf induktif, kalimat utama terdapat pada akhir kalimat dan penjelasan dari khusus ke umum. Seringkali paragraf jenis ini di pandang lebih sulit dipahami gagasan pokoknya karena terdapat di akhir kalimat.
Selain itu, hindari kalimat gabungan dan komplek untuk menulis gagasan utama,sebaliknya tulislah topik kalimat dalam bentuk sederhana demi mempermudah pemahaman si pembaca.
Demikian rahasia kecil sederhana yang senag sekali untuk saya buka, semoga tulisan yang jauh dari kesempurnaan ini dapat bermanfaat dan mampu memompa semangat menulis dengan cara yang lebih baik lagi.
Salam senang menulis😉
No comments:
Post a Comment